Nasib Tragis Sopir Angkot

Tragisnya Nasib Sopir Angkot - Zaman semakin maju, mulai dari pembangunan gedung gedung pencakar langit, gadget, hingga kendaraan. Kendaraan dulu hanya sebatas sepeda yang bertenagakan manusia, sekarang ini malah bermunculan kendaraan dengan variasi yang bermacam macam.

nasib tragis sopir angkot
Mulai dari, sepeda motot, mobil, kereta, kapal dan pesawat, semua kendaraan itu akan semakin maju dengan bertambahnya umur bumi.

Memang, suatu hal pasti ada kelebihan dan kekurangannya,  itu adalah hal yang pasti akan terjadi.

Seperti kasus sepeda motor contohnya, dengan adanya sepeda motor, orang yang menggunakannya akan hemat waktu, tenaga dan uang.

Baca Juga : Puluhan waga tewas di Surabaya membara

Tapi sadarkah kita bahwa ada orang yang merasa jengkel dengan kehadiran sepeda motor yang semakin hari semakin bertambah saja??

SOPIR ANGKOT

"Nasib sopir angkot tak seindah dulu" itulah keluhan yang sering kami dengar secara langsung dari sopir angkot.

Indonesia, negara berkembang yang menjadi salah satu konsumen terbesar sepeda motor, karna hal itu di indonesia khususnya  di kota kota besar sering terjadi kemacetan yang luar biasa hebatnya.

Oleh karena itu, sekaranv ini mudah sekali mendapatkan kendaraan yang kita inginkan,  terlebih lebih sepeda motor yang hanya bermodalkan uang Rp 500.000 saja sudah mendapatkannya.

Dengan Banyaknya sepeda motor yang beredar, sopir angkot yang biasanya mendapatkan penumpang 100/ hari, sekarang ini hanya mendapatkan 20/ hari.

Sungguh tragis bukan??

Tapi kenapa selalu saja ada penumpang yang berkata.

"Kok lama banget seh brangkatnya"

Apa kalian sadar, jika kita mengucapkan kalimat tersebut, ada orang yang tersakiti.

Ya sopir angkot orangnya.

Sekali lagi saya tekankan, nasib sopir angkot tak seindah dulu.

Jika seandainya kita berada di mobil angkot, dan kejadian kejadian yang dapat membuat anda merasa tak nyaman, bersabarlah.

Baca Juga : Ribuan massa datangi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS)

Memang tidak mudah, tapi setidaknya itulah yang dapat kita lakukan.

Jangan mencaci apalagi memaki mereka, mereka hanya ingin mencari nafkah seperti kita, jika mereka meninggalkan pekerjaannya lalu mereka akan bekerja sebagai apa??

Padahal mayoritas sopir angkot itu sudah berumur 30 - 50 th.

Dan rentang waktu selama mereka menjadi sopir angkot biasanya lebih dari 5 tahun.

Kenapa saya berbicara seperti ini??

Karna orang tua saya juga sopir angkot, saya juga merakasan apa yang terjadi pada sopir angkot sekarang ini.

Ketidak stabilan antara penumpang dengan setoran yang ada, membuat nasib sopir angkot tak seindah dulu.



Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Nasib Tragis Sopir Angkot"

  1. Sebetulnya bisa kok supir angkot diberdayakan seperti dulu. Semisal buat anak sekolah harus ada larangan keras buat nggak naik sepeda motor tp naik angkot. Jaman dulu pas masih sekolah masih banyak anak naik angkot ya sekarang pada naik sepeda motor sendiri2

    BalasHapus
  2. itu solusi yang baik kak, tapi mengingat banyaknya penyedia dan mudah untuk mendapatkan sepeda motor, jadi hal itu terasa sulit, tapi semua itu akan gugur jika benar benar ada sekelompok orang yang akan membantu

    BalasHapus